ASPAKRINDO : TRANSAKSI KRIPTO DALAM NEGERI TURUN IMBAS SITUASI GLOBAL

Jumat, 07 Oktober 2022. 17:38 WIB - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter
IQPlus, (7/10) - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda menilai penurunan volume transaksi kripto di Indonesia merupakan efek domino dari apa yang terjadi secara global, di mana pasar kripto tengah dihantam oleh situasi makroekonomi yang kurang baik sepanjang tahun 2022. "Guncangan sistem keuangan global bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Hal ini bisa membuat situasi crypto winter bisa terjadi," kata pria yang akrab disapa Manda dalam keterangan resmi, Jumat. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag mencatat total nilai transaksi kripto di dalam negeri pada Januari-Agustus 2022 mencapai Rp249,3 triliun, turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada 2021, total nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia mencapai Rp859,5 triliun. Sementara itu dari sisi jumlah investor, per Agustus 2022, Indonesia memiliki 16,1 juta pelanggan aset kripto atau rata-rata setiap bulan jumlah pelanggan terdaftar bertambah sebesar 725 ribu. "Artinya jumlah investor kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan," kata Manda. (end/ant)
Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Berita Menarik Lainnya:
Whatsapp