Profesi “Profesional Trader”, Why Not? !!

Senin, 24 Oktober 2022. 13:40 WIB - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter

Ditulis oleh : Lathif Arafat.A


Apakah berprofesi sebagai Profesional Trader karirnya akan menjulang seperti Youtuber, Selebgram, Gamers yang lagi trend di era industri digitalisasi ini?

Atau cukup jadi Part Time Trader atau Sleeping Investor, Beli dan bawa tidur karena horizontal waktunya lama.

Semua dikembalikan atas keinginan para Pelaku Pasar?

Karena dari semua pelaku pasar memiliki

1. Tujuan, “Beli saham untuk apa?”  

2. Periode waktu, “Berapa lama jangka tradingnya” dan

3. Toleransi resiko,”Berani rugi berapa?”

Yang berbeda ketika membeli Saham, ada yang menjadi Scalper, Swing Trade (Following/Contrarian) ataupun investor plus plus (++) trader sekaligus, dimana kecenderungan akan trading disaham yang mereka investasikan dengan prinsip sederhananya, “beli saat turun dan jual saat naik“.

Berprofesi sebagai  Profesional Trader tentunya mengandalkan jurus jitu yang bernama “Analisa Teknikal”, Menurut Edianto Ong dalam bukunya Technical Analysis for Mega Profit (2016), “Analisis Teknikal adalah suatu metode pengevaluasian saham, komoditas, ataupun sekuritas lainnya dengan cara menganalisis statistik yang dihasilkan oleh aktivitas pasar di masa lampau guna memprediksi pergerakan harga di masa mendatang.”

Teknikal analisis itu sederhananya bagi seorang Trader adalah seperti “Visualisasi” suasana hati raut muka, bahagia, sedih yang bisa diamati dalam sebuah potret “gambar/foto”. Semakin di zoom in gambar fotonya (Horizon Waktu), keliatan apakah ini signal bahagia asli atau signal bahagia palsu.


Referensi : 

Edianto Ong (2016) Technical Analysis for Mega Profit.

Monika panensaham.com

Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Artikel Menarik Lainnya:
Whatsapp