Jual Data Center, Berikut Dampak terhadap Laba Indosat (ISAT)

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) melalui anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta dan PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT), telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd. Perjanjian tersebut berupa akuisisi tiga data center milik Indosat senilai Rp 3,3 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa Indosat memiliki tiga data center di bawah Lintasarta dengan luas 5,000m2 yang diakuisisi dengan biaya kurang dari Rp 1,15 triliun. Aksi tersebut akan berdampak signifikan terhadap keuntungan perseroan, namun pihaknya belum menyebutkan potensi keuntungan yang diraih dari aksi tersebut.
Indosat dengan BDX Asia kemudian akan menekan perjanjian komersial dan operasional, yang memungkinkan para pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan data center terkemuka di Indonesia. Estimasi nilai rencana transaksi adalah Rp 3,3 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan bahwa ISAT telah menunjukkan dampak positif dari merger dengan Hutchison, seperti penurunan personnel cost menjadi 6,6% dari pendapatan, dibandingkan kuartal IV-2021 sebesar 7,2%. Angka tersebut memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan personnel costs ISAT sendiri mencapai 6,2% pada kuarta I-2021.
Tidak hanya itu, dia mengatakan, Indosat, IM3, dan Hutchison berhasil memperkuat bran. Perseroan juga berhasil mengoptimalkan dua jaringan berbeda, peluang negosiasi ulang kontrak dengan perusahaan menara telekomunikasi setelah penggabungan tersebut. Hal ini diharapkan berdampak terhadap penurunan biaya perseroan. 

Sumber: Investor Daily

Share this Post

Whatsapp