Erick Thohir Minta PMN BUMN ke Sri Mulyani Rp72,44 Triliun, Berikut Daftarnya

Kementerian BUMN mengusulkan penanaman modal negara (PMN) pada 2022 sebesar Rp72,449 triliun untuk 12 BUMN, baik karena penugasan maupun restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan usulan PMN pada 2022 sebagian besar berupa kompensasi atas penugasan dari pemerintah. Terdapat 80 persen PMN merupakan penugasan, serta 6,9 persen restrukturisasi.
Adapun, total BUMN yang dicanangkan mendapatkan PMN terdapat 12 BUMN yakni Penugasan untuk PLN dengan PMN sebesar Rp8,2 triliun. BBNI mendapat jatah Rp7 triliun untuk pengembangan bisnis, penguatan modal untuk meningkatkan tier I capital dan CAR.
PT KAI mendapat jatah Rp4,1 triliun yang merupakan penugasan mendukung menjalankan PSN kereta cepat untuk menutup cost overrun. WSKT mendapatkan penguatan modal sebesar Rp3 triliun untuk restrukturisasi, kemudian restrukturisasi Jiwasraya via BPUI Rp2 triliun.
Lalu ada juga Adhi Karya untuk menyelesaikan tol DIY- Solo- Bawen dan SPAM Karian sudah masuk PSN sebesar Rp2 triliun. PMN untuk Perumnas sebesar Rp2 triliun, guna mendukung program perumahan rakyat di Jakarta dan Medan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). BBTN mendapatkan Rp2 triliun guna pengembangan bisnis, penguatan modal untuk meningkatkan tier 1 capital dan CAR, yang rata-rata imbal hasil investasi 5 tahun di BTN ROE 16,88 persen.
PT RNI mendapat penugasan pangan senilai Rp1,2 triliun, sekaligus memastikan RNI terkonsolidasi dengan baik sehingga terjadi diharapkan mendukung UMKM dan memastikan kestabilan petani peternak diseimbangkan. Terakhir, DAMRI Rp250 miliar untuk penyediaan armada program penugasan perintis, KSPN, dan perkotaan melalui buy the service (BTS).

Sumber: Bisnis

Share this Post