PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memulai konstruksi pabrik pemurnian dan pengolahan bijih nikel terintegrasi di Blok Bahadopi Morowali Sulawesi Tengah, dengan kapasitas produksi hingga 73.000 ton nikel per tahun. Total investaisnya mencapai Rp37,5 triliun.
CEO Vale Indonesia Febriany Eddy menyebut konstruksi fisik IGP Morowali merupakan rangkaian dari upaya perseroan mendukung penghiliran mineral serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.
Perusahaan juga telah mempersiapkan fasilitas pascatambang, termasuk kebun pembibitan (nursery) untuk mendukung revegetasi lahan di Blok Bahodopi. Langkah itu sesuai dengan komitmen untuk menurunkan emisi karbon dalam upaya mencapai net zero carbon emission pada 2050.
Sumber: Bisnis