PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memasang target prapenjualan (marketing sales) yang konservatif tahun ini. Emiten properti ini membidik marketing sales sebesar Rp 5 triliun.
Sekretaris Perusahaan SMRA Jemmy Kusnadi mengatakan, target tahun ini mengandalkan dari proyek-proyek eksisting. Meskipun mengandalkan proyek eksisting, SMRA masih akan melanjutkan pengembangan proyek eksisting dengan melakukan akuisisi lahan pada proyek-proyek yang sudah ada. Oleh sebab itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp Rp 700 miliar di 2023. Dana tersebut meningkat 11% dari anggaran tahun lalu.
Selain mengandalkan penjualan properti, tahun ini SMRA juga akan mendorong segmen pendapatan berulang. Karenanya, sebagian capex juga dialokasikan untuk properti investasi guna mengembangkan proyek pusat perbelanjaan di Summarecon Mall Bandung dan Summarecon Villaggio di Karawang.
Sementara itu, untuk target kinerja tahun ini Jemmy bilang perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 10%.
Sumber: Kontan