Produk Impor Kuasai Pasar Laptop Tanah Air, Berikut Tanggapan Zyrexindo (ZYRX)

Senin, 29 Januari 2024. 14:53 WIB - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter

Kondisi pasar laptop di Indonesia saat ini dikuasai oleh produk-produk dari impor, bahkan sekitar 80% produk laptop yang dipasarkan di Indonesia adalah produk impor.

PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) menyatakan kondisi pasar laptop di Indonesia memang masih didominasi oleh produk impor. 

Sekretaris Perusahaan Zyrexindo Evan Jordan mengatakan, kondisi tersebut karena tidak bisa dipungkiri tingkat kepercayaan masyarakat terhadap merek laptop asing masih lebih tinggi dibandingkan merek Indonesia.

Oleh karena itu, untuk dapat bersaing dengan latop merek asing, maka produsen laptop merek Indonesia memiliki PR untuk membuktikan bahwa laptop merek Indonesia memiliki kualitas yang melampaui merek asing secara teknologi, daya tahan, maupun after sales service dengan harga yang masuk akal. 

Evan menilai apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pemerintah harus memulai terlebih dahulu untuk menggunakan produk dalam negeri. Dengan demikian, pemerintah terlebih dahulu menjadi patron untuk masyarakat mencinta produk dalam negeri dan menghasilkan multiplier effect ke berbagai aspek.

ZYRX memasang target optimistis tahun ini. Produsen laptop merek Zyrex ini menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran 25% sampai  30% hingga akhir tahun. Adapun rasio pertumbuhan laba bersih akan dijaga di rentang 8%-10%.

Menurut ZYRX, tahun politik tidak terlalu berdampak terhadap penjualan ZYRX lantaran sebagian besar pelanggan ZYRX adalah perusahaan atau lembaga yang tidak dipengaruhi dengan iklim politik. Tahun ini ZYRX menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp 20 miliar. Capex ini akan digunakan untuk perluasan gudang dan fasilitas produksi. Capex akan dibiayai menggunakan kas internal dan dengan fasilitas bank.


Sumber: Kontan

Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Halaman menarik lainnya: