Menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) memproyeksikan potensi bisnis di Industri penerbangan naik signifikan.
INACA memproyeksikan kenaikan signifikan hingga 25% terjadi pada beberapa rute penerbangan. Kenaikan ini dipicu dari peningkatan akan arus mudik dan liburan akhir tahun. Seiring dengan peningkatan okupansi pesawat hingga peningkatan pada rute penerbangan tersebut, harga tiket pesawat tentunya akan ikut naik.
Dengan peningkatan jumlah penumpang tentu pendapatan akan naik, demikian juga harga tiket yang bisa optimal naiknya sesuai dengan hukum supply - demand. Umumnya perusahaan maskapai akan menaikkan harga tiket mengikuti ambang batas harganya, hal ini sejalan dengan peningkatan permintaan yang ada.
Sama halnya dengan jasa penerbangan, jasa layanan Hotel juga turut merasakan hal yang sama. CEO Dafam Hotel Management Andhy Irawan mengaku saat ini trend reservasi di hotelnya lebih baik dari tahun sebelumnya. Meski tidak menargetkan nilai pendapatannya, Andhy mengaku menjelang Nataru perusahaan telah melakukan berbagai persiapan.
Sumber: Kontan