PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) sebanyak-banyaknya 426,2 juta saham baru. Jumlah ini setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Harga penawaran berkisar antara Rp 246 sampai dengan Rp 360 per saham. Lewat IPO tersebut, perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembangunan, penjualan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel serat optik ini akan meraih dana sebesar Rp 104,84 miliar hingga Rp 153,43 miliar.
Setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, Ketrosden akan menggunakan sekitar 90% dana hasil IPO sebagai peningkatan modal pada entitas anak, yakni PT Triasmitra Multiniaga Internasional. Rincinya, 10% akan dipakai sebagai modal kerja, dan 80% akan digunakan sebagai tambahan modal untuk anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung, yakni PT Jejaring Mitra Persada dan akan dicatat sebagai penyertaan modal melalui PT Triasmitra Multiniaga Internasional. Selanjutnya, 10% dana hasil IPO akan dipakai untuk membiayai kegiatan operasional proyek untuk segmen bisnis developer, kontraktor serta jasa pemeliharaan dan pengelolaan jaringan telekomunikasi.
Perkiraan masa penawaran umum diadakan pada 1-3 November 2022. Sedangkan perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia berlangsung pada 7 November 2022.
Sumber: Kontan