IHSG Naik 1,42 Persen ke Level 7.176 Berkat Sektor Teknologi

Jumat, 15 Desember 2023. 04:39 WIB - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter
Regional Index

Dow Jones

 

37,248.35

 

+158.11

 

+0.43 %

 

S&P 500

 

4,719.55

 

+12.46

 

+0.26 %

 

NASDAQ

 

14,761.56

 

+27.59

 

+0.19 %

 

FTSE 100

 

7,648.98

 

+100.54

 

+1.33 %

 

NIKKEI

 

32,686.25

 

-264.85

 

-0.80 %

 

HANG SENG

 

16,367.00

 

+120.00

 

+0.74 %

 

GOLD

 

2,050.75

 

+53.45

 

+2.68 %

 

CRUDE OIL WTI

 

71.63

 

+2.16

 

+3.11 %

 

BRENT OIL

 

76.63

 

+2.37

 

+3.19 %

 

NICKEL

 

16,976.00

 

+508.00

 

+3.08 %

 
 
HATI HATI PENIPUAN ! KOMUNITAS PANENSAHAM TIDAK PERNAH MENGELOLA UANG
Market News
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore, Kamis (14/12/2023) berakhir mengguat di zona hijau setelah ditutup naik 100,68 point atau 1,42 persen ke level 7.176,02. IHSG bergerak di zona hijau dari batas atas di level 7.191,16 hingga batas bawah pada level 7.115,45  setelah dibuka pada level 7.075.
Sepanjang perdagangan hari ini telah terjadi 1,24 miliar transaksi senilai Rp15,6 triliun. Rincianya transaksi pasar reguler Rp13,1 triliun dan pasar negosiasi Rp2,4 triliun.
Adapun sektor penggerak IHSG, sektor teknologi naik 255,5 point atau 5,93 persen ke level 4.563,9. Lalu, sektor properti naik  15,73 point atau 2,31 persen ke level 697,04. Kemudian sektor keuangan naik 30,56 point atau 2,15 persen ke level 1.452,06.
Sedangkan sektor penahan laju IHSG, sektor  infrastruktur  naik 30,11 point atau 1,91 persen ke level 1.548,84. Lalu, industri dasar turun 16,18 point atau 1,25 persen ke level 1.276,28. Berikutnya, sektor kesehatan turun 3,78 point atau 0,28 persen ke level 1.346,95.
 
Berita Emiten
Entitas Usaha Grup Pelindo (IPCC) Tebar Dividen Rp 39 Miliar
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berencana menebar dividen interim sebesar Rp 39,46 miliar pada 15 Januari 2024. Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang dibukukan perseroan hingga Juni 2023 sebesar Rp 78,91 miliar.
IPCC menetapkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 50% atau setara Rp 21,70 per saham. Dengan besaran dividen per saham dan asumsi harga rata-rata saham IPCC beberapa waktu terakhir di level Rp 710, maka besaran imbal hasilnya (yield) sebesar 3,06%.
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Sugeng Mulyadi menyampaikan, pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi manajemen kepada para pemegang saham loyal yang telah mendukung pencapaian IPCC.
Hingga kuartal III-2023, IPCC meraup pendapatan sebesar Rp 548,16 miliar, naik 7,83% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 508,34 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut mayoritas disumbang oleh Pelayanan Jasa Terminal yang naik dari Rp 472,56 miliar menjadi Rp 504,73 miliar.
Pada sisi bottom line, IPCC mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 141,94 miliar, naik 30,34% dari sebelumnya Rp 108,90 miliar dengan nilai EPS mencapai Rp 78,06 lebih tinggi dari tahun sebelumnya di angka Rp 59,89. (Investor Daily)
 
Pertamina Geothermal (PGEO) Prioritaskan Ekspansi hingga 2025
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berambisi menjadi 1 GW company pada 2025. Untuk itu, ekspansi juga menjadi prioritas utama Perseroan hingga dua tahun mendatang.
Dengan strategi quick wins dan penerapan teknologi co-generation di beberapa area, saat ini Perseroan sedang berproses untuk mencapai target tersebut, tentunya dengan bantuan optimalisasi value creation. 
PGEO juga berkolaborasi dengan Pertamina NRE dan Pertamina Patra Niaga untuk mendorong komersialisasi karbon dengan memasok kredit karbon ke agregator utama Pertamina Geothermal Energy, yaitu Pertamina New Renewable Energy (PNRE) pada bursa karbon Indonesia.
Terkait komersialisasi karbon, pada tahun ini PGEO sudah membukukan pendapatan kredit karbon sebesar US$ 732 ribu. Pada tahun ini PGEO semakin agresif melakukan ekspansi dengan bermitra bersama Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk mengembangkan potensi panas bumi 140 MW pada konsesi Longonot, Kenya, serta Geothermal Development Company (GDC) untuk mengembangkan potensi panas bumi 3 x 100 MW pada konsesi Suswa, Kenya. (Investor Daily)
 
PTPP Akan Divestasi Aset Rp 3 Triliun Tahun Depan
PT PP Tbk (PTPP) berencana mendivestasi aset pada tahun depan dengan target perolehan dana sebesar Rp 3 triliun. Divestasi merupakan salah satu siasat emiten BUMN konstruksi ini untuk menekan beban utang.
Direktur Strategi Korporasi dan HCM Sinur Linda Gustina menyampaikan bahwa tahun depan perseroan masih akan melanjutkan proses streamlining (perampingan) beberapa portofolio yang sudah mulai perseroan kerjakan pada tahun lalu.
Sejalan dengan berlanjutnya proses divestasi tersebut, Linda menambahkan, perseroan tidak merencanakan untuk mengembangkan investasi baru pada tahun depan. Justru, PTPP akan lebih memfokuskan investasinya pada proyek-proyek yang sedang berlangsung, seperti pekerjaan refurbishment.
Untuk itu, perseroan akan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2024 sekitar Rp 1,5 triliun guna melanjutkan proyek eksisting, termasuk menuntaskan proyek-proyek yang dinilai baik. 
Selain menerbitkan obligasi, Agus menyebutkan, perseroan juga mempertimbangkan untuk melakukan refinancing atas pinjaman perbankan yang dananya akan digunakan sebagai modal kerja. (Investor Daily)
 
Pelanggan Gas Medis Kembali Tumbuh, Kinerja Samator Indo Gas (AGII) Terkerek
Pertumbuhan pelanggan gas medis mengerek kinerja PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) hingga kuartal III 2023.
Direktur Keuangan AGII Nini Liemjianto mengungkapkan, salah satu sektor yang menopang pertumbuhan kinerja perusahaan yakni gas medis. Pertumbuhan industri dan hilirisasi pertambangan turut mendorong permintaan gas dari segmen tersebut.
Per akhir kuartal III-2023, total penjualan AGII mencapai Rp 2,06 triliun, tumbuh 8,7% year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92,8% bersumber dari penjualan produk gas. Sementara 7,2% ditopang dari lini bisnis equipment dan services.
Laba bersih AGII per kuartal III 2023 mencapai Rp 110,97 miliar atau tumbuh 57,66% yoy. Pada periode sama tahun lalu laba bersih AGII sebesar Rp 70,38 miliar.
Investor Relation Officer AGII Elizabeth Lenina menjelaskan, dengan market share mencapai 44% per 2022, pihaknya terus berupaya meningkatkan peluang bisnis ke depannya. Selain itu, pertumbuhan industri oleokimia, kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, peralatan medis hingga sektor pertambangan turut menjadi fokus perusahaan dimasa mendatang. (Kontan)

Disclaimer On 
Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Halaman menarik lainnya: