Ditutup di Level 7.242, IHSG Selasa Menguat 0,26 Persen

Rabu, 17 Januari 2024. 06:06 WIB - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter
Regional Index

Dow Jones

 

37,361.12

 

-231.86

 

-0.62 %

 

S&P 500

 

4,765.98

 

-17.85

 

-0.37 %

 

NASDAQ

 

14,944.35

 

-28.41

 

-0.19 %

 

FTSE 100

 

7,558.34

 

-36.57

 

-0.48 %

 

NIKKEI

 

35,619.18

 

-238.29

 

-0.66 %

 

HANG SENG

 

15,865.92

 

-350.41

 

-2.16 %

 

GOLD

 

2,031.15

 

-0.55

 

-0.03 %

 

CRUDE OIL WTI

 

72.08

 

+0.10

 

+0.14 %

 

BRENT OIL

 

77.94

 

+0.05

 

+0.06 %

 

NICKEL

 

16,227.00

 

+9.00

 

+0.06 %

 
 
HATI HATI PENIPUAN ! KOMUNITAS PANENSAHAM TIDAK PERNAH MENGELOLA UANG
Market News
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore, Selasa (16/1/2024) berhasil menguat ke zona hijau dengan ditutup naik 0,26% atau meningkat 18,786 basis point ke level 7.242,787. IHSG bergerak variatif dari batas atas di level 7.268 hingga batas bawah pada level 7.210 setelah dibuka pada level 7.224.
IDXENERGY turun -0,24%, IDXBASIC naik 0,78%, IDXINDUST -0,42%, IDXCYCLIC naik 1,05%, IDXNONCYC naik 0,19%, IDXHEALTH -1,93%, IDXFINANCE -0,28%, IDXPROPERT naik 0,19%, IDXTECHNO -0,61%, IDXINFRA naik 0,16%, dan IDXTRANS -0,05%.
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat naik 0,14% ke level 975,394. Sedangkan, JII menguat 0,16% ke level 523,769. Selanjutnya, IDX30 ditutup melemah -0,07% ke level 502,801. Sementara IDX80 tercatat menguat 0,11% ke level 132,544.
 
Berita Emiten
Bukit Asam (PTBA) Catat Penjualan Ekspor Tumbuh 25 Persen di 2023
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil memperluas pangsa pasar ekspornya dengan menambah beberapa negara tujuan baru, termasuk Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Bangladesh. 
Dampak positif dari ekspansi ini terlihat dalam peningkatan volume penjualan ekspornya yang mencapai 15,6 juta ton sepanjang tahun 2023. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 25 persen dibandingkan dengan realisasi ekspor pada tahun 2022. 
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil meningkatkan porsi penjualan ekspornya menjadi 42,16 persen dari total volume penjualan PTBA pada tahun tersebut, yang mencapai 37 hingga akhir tahun. Sementara itu, porsi penjualan domestik tercatat mencapai 21,4 juta ton, setara dengan 57,84 persen, atau terhitung tumbuh sekitar 12 persen secara tahunan atau YoY (Year on Year).
Moncernya kinerja penjualan ini menurutnya juga ditopang oleh total produksi batu bara perusahaan yang juga tumbuh sebesar 13 persen, dari semula sebesar 37,1 juta ton pada 2022, menjadi 41,9 juta ton di sepanjang 2023 lalu. Adapun capaian produksi tersebut berhasil melampaui target sebesar 41 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023. (Emitennews)
 
Samudera Indonesia (SMDR) Bersiap Naikkan Tarif akibat Konflik Laut Merah
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berpotensi menaikkan harga sewa seiring eskalasi konflik Gaza-Israel ke wilayah Laut Merah.  
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M. Mulia mengatakan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berpengaruh ke rute pelayaran memiliki potensi dampak positif bagi SMDR. Pasalnya, kapal-kapal yang melakukan mitigasi rute dapat meningkatkan biaya pengapalan (freight rate).
Bani menjelaskan lebih lanjut bahwa SMDR tidak melayani atau menyediakan kapal dengan rute ke Israel, namun kenaikan freight rate ikut berdampak positif bagi kinerja. Menurut Bani, mitigasi rute akan ikut berdampak pada biaya dan kondisi permintaan dan kesediaan kapal di dunia. 
SMDR juga menambah service baru yang menyambungkan Timur Tengah dengan Asia Tenggara, service ini kata Bani berpotensi memberikan hasil yang lebih baik karena kondisi yang terjadi di Laut Merah. 
Konflik Laut Merah berpotensi menaikkan biaya kapal (freight reight) serta berpotensi memberikan keuntungan emiten dengan jalur dan rute internasional. Pemicu konfliknya yaitu Amerika Serikat (AS) dan Inggris menggempur Yaman dengan alasan meredam serangan Kelompok Houthi yang belakangan memborbardir kapal di Laut Merah. 
Namun, konflik Laut Merah dapat memicu biaya logistik yang mahal karena angkutan logistik lebih memilih untuk berputar melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan ketimbang melewati Terusan Suez, Mesir. Alhasil, biaya dan waktu pengiriman bertambah. (Bisnis)
 
Siapkan Ekspansi Mall, Pakuwon Jati (PWON) Siapkan Capex Rp 2,1 Triliun
PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengungkapkan tahun ini memiliki beberapa proyek ekspansi mall di beberapa daerah. 
Director of Business Development PWON Ivy Wong menuturkan tahun ini pihaknya akan ekspansi alias meluaskan Mall Kota Kasablanca seluas 50.000 meter persegi, membangun mall di Batam dan juga membuka Pakuwon Mall di Bekasi pada akhir November 2024 mendatang.
Tak hanya itu, rate harga sewa juga meningkat dalam batas normal, sekitar 3% hingga 4% per tahun. Adapun, pada kuartal III 2023 PWON melaporkan kenaikan pendapatan berulang (recurring income) sebesar 22,7% year on year (YoY) menjadi Rp 3,42 triliun hingga kuartal III 2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,79 triliun.
Untuk mempersiapkan proyek, termasuk menambah lahan, tahun ini PWON menyiapkan capital expenditure (capex) senilai Rp2,1 triliun. Sementara untuk target marketing sales, pihaknya masih menyesuaikan dengan tahun 2023. 
Asal tahu saja pada tahun 2023, PWON sempat memangkas target marketing sales-nya dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,3 triliun. Pihaknya menuturkan dapat meraih target tersebut di akhir tahun 2023 dan menyesuaikan untuk target 2024. (Kontan)
 
Lebihi Target, Total Bangun (TOTL) Bukukan Nilai Kontrak Rp 4,2 Triliun pada 2023
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan nilai kontrak baru Rp 4,2 triliun pada tahun 2023.
Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Anggie S. Sidharta mengatakan, raihan itu melebihi 43% dari target 2023 yang sebesar Rp 2,9 triliun. Target Nilai Kontrak TOTL sebesar Rp 3,5 triliun di tahun 2024. TOTL juga menargetkan perolehan pendapatan Rp 3,1 triliun di tahun 2024.
Di tahun 2024, TOTL sedang terlibat dalam sejumlah proses tender dengan nilai sekitar Rp 8,7 triliun, antara lain pembangunan gedung mixed used, hotel, data center, industrial, dan lain-lain.
Anggaran modal belanja atau capital expenditure (capex) di tahun 2024 adalah sekitar Rp 8 miliar. Dan direncanakan untuk Peralatan Proyek, Peralatan dan Software IT. (Kontan)

Disclaimer On 
Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Halaman menarik lainnya: