Ditutup di Level 7.209, IHSG Kamis Melemah -0,14 Persen

Jumat, 22 Desember 2023. 06:23 WIB - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter
Regional Index

Dow Jones

 

37,404.35

 

+322.35

 

+0.87 %

 

S&P 500

 

4,746.75

 

+48.40

 

+1.03 %

 

NASDAQ

 

14,963.87

 

+185.92

 

+1.26 %

 

FTSE 100

 

7,694.73

 

-20.95

 

-0.27 %

 

NIKKEI

 

33,140.47

 

-545.94

 

-1.62 %

 

HANG SENG

 

16,621.00

 

+3.50

 

+0.02 %

 

GOLD

 

2,060.90

 

+3.10

 

+0.15 %

 

CRUDE OIL WTI

 

73.83

 

-0.14

 

-0.19 %

 

BRENT OIL

 

79.34

 

-0.36

 

-0.45 %

 

NICKEL

 

16,874.00

 

+20.00

 

+0.12 %

 
 
HATI HATI PENIPUAN ! KOMUNITAS PANENSAHAM TIDAK PERNAH MENGELOLA UANG
Market News
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore, Kamis (21/12/2023) berakhir melemah di zona merah setelah ditutup turun -0,14% atau terpangkas -10,048 basis point di level 7.209,619. IHSG bergerak variatif dari batas atas di level 7.229 hingga batas bawah pada level 7.173 setelah dibuka pada level 7.219.
IDXENERGY turun -0,45%, IDXBASIC -0,49%, IDXINDUST -0,13%, IDXCYCLIC -0,19%, IDXNONCYC -0,27%, IDXHEALTH -1,27%, IDXFINANCE -0,42%, IDXPROPERT naik 0,24%, IDXTECHNO -0,38%, IDXINFRA naik 0,10%, dan IDXTRANS naik 0,22%.
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat naik 0,12% ke level 964,176. Sedangkan, JII melemah naik 0,01% ke level 537,596. Selanjutnya, IDX30 ditutup naik 0,01% ke level 489,945. Sementara IDX80 tercatat menguat 0,01% ke level 132,030.
 
Berita Emiten
J Resources (PSAB) Bidik Produksi 100.000 Ounce Emas Sepanjang 2023
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) membidik peningkatan produksi emas sebesar 160% menjadi 100.000 ounce hingga akhir tahun 2023. 
Direktur Utama J Resources Asia Pasifik Edi Permadi menjelaskan hingga September 2023 akumulasi pertumbuhan produksi emas tercatat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal itu membuat PSAB optimis produksi emas dapat meningkat hingga 160% menjadi 100.000 ounce sampai akhir tahun.
Edi juga menjelaskan per September 2023 jumlah penjualan emas tercatat sebanyak 49.198 ounce. Capaian itu meningkat sebanyak 6.199 ounce atau naik 14,4 persen dibandingkan pencapaian di September 2022, yaitu sebanyak 42.999 ounce.
Capaian produksi dan penjualan emas tersebut menyumbang kenaikan pendapatan PSAB. Hingga September 2023, J Resources membukukan pendapatan sebesar US$93 juta, naik US$16 juta atau 121% dibandingkan dengan periode September 2022.
Edi mengklaim produksi di Oktober 2023 mencapai lebih dari 15.000 ounce dan dengan tren produksi harian yang cukup stabil, sehingga PSAB optimis jumlah produksi di 2023 dapat mencapai 100.000 ounce. (Bisnis)
 
Logindo Samudramakmur (LEAD) Optimistis Lampaui Target Pendapatan Tahun Ini
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) menyatakan hingga akhir tahun bisa meraih pendapatan lebih dari yang ditargetkan. 
Chief Financial Officer & Secretary Logindo Samudramakmur Adrianus Iskandar menuturkan tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan di angka US$ 28 juta.
Pihaknya tidak membeberkan perolehan yang dikantongi hingga kini. Namun pada kuartal III 2023 LEAD mencatat kenaikan pendapatan 15,51% di angka US$ 24,27 juta dari US$ 21,27 juta. Pendapatan diperoleh dari jasa pelayaran US$ 22,54 juta dan jasa pelayaran lainnya US$ 1,73 juta.
Adapun, rugi bersih yang dapat diatribusikan terhadap entitas induk meningkat 34,69% menjadi US$ 5,28 juta dari yang hanya US$ 3,92 juta. Logindo menyampaikan pihaknya memang hanya mengandalkan jasa penyediaan kapal-kapal offshore atau kapal penunjang eksplorasi migas. Hal ini yang akan terus diperdalam dan dilakukan tahun depan. 
Adrianus menambahkan, tahun 2024 mendatang akan menyewakan kapal-kapalnya ke luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan negara lainnya. Sementara itu, serapan capex LEAD saat ini masih dialokasikan untuk biaya docking 2 kapal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) terbesar Perseroan yang membutuhkan kekuatan 12.000 daya kuda. Pihaknya memperkirakan total capex untuk tahun ini di atas US$ 4 juta. (Kontan)
 
Punya Landbank 2.000 Hektare, Intiland (DILD) Fokus Garap Proyek Rumah Tapak
PT Intiland Development Tbk (DILD) menyatakan hingga kini pihaknya memiliki landbank seluas 2.000 hektare.
Direktur DILD Archield Noto menyampaikan bahwa sebesar 75% digunakan untuk pembangunan landed house alias rumah tapak. Pada semester I 2024 mendatang, pihaknya juga akan meluncurkan klaster baru di Serenia Estate.
Optimisme pasar properti diproyeksi akan datang dari insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah ditanggung pemerintah (PPN DTP). PPN DTP 100% ini untuk pembelian rumah yang harganya sampai Rp2 miliar, PPN 11%-nya akan ditanggung oleh pemerintah.
Melihat hal tersebut, DILD tetap memasang target marketing sales yang sama tahun ini dengan tahun depan, yakni Rp 2 triliun. Sementara per September 2023 DILD telah mengumpulkan marketing sales di angka Rp550 miliar.
Hingga kini DILD masih memiliki sejumlah proyek yang berjalan seperti Serenia Hill Estate, Talaga Bestari, Graha Natura, Batang Industrial park, dan Ngoro Industrial. Per September 2023, pihaknya realisasikan belanja modal (capex) Rp825 miliar dari total Rp 1 triliun. (Kontan)
 
Platform OTT Surya Citra Media (SCMA), Vidio Tembus 4 Juta Subscribers
Entitas usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang bergelut di bidang over the top (OTT), PT Vidio Dot Com mencatatkan subscribers terbanyak di Indonesia. 
Melansir laporan Media Partners Asia (MPA) Asia Pacific Video & Broadband Industry 2024, jumlah subscribers Vidio berhasil mengalahkan Netflix, Viu dan Disney+Hotstar di Indonesia. Vidio menjadi satu-satunya platform yang berhasil menembus 4 juta subscribers. Menyusul Viu yang nyaris mencapai 4 juta subscribers, Disney+Hotstar dan Netflix.
Chief Executive Officer Vidio Sutanto Hartono menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk mengalokasikan investasi besar untuk mengembangkan dalam bentuk perluasan konten. Sutanto mengatakan Vidio membidik pangsa pasar yang sangat besar. Termasuk di Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa dan Asia Tenggara hampir 690 juta penduduk. 
Pada kuartal III-2023, total pelanggan berbayar OTT di Indonesia telah mencapai 21 juta. Sementara di kawasan Asia Tenggara mencapai 28 juta pelanggan. 
Pangsa pasar Subscription Video On Demand (SVOD) telah pulih lebih berkelanjutan berkat konten olahraga, lokal dan Korea setelah mengalami tekanan pada kuartal III-2023. 
Media Partners Asia memproyeksikan Vidio akan mendapatkan tambahan 1,3 juta sampai 1,4 juta pelanggan baru pada 2024 dari keseluruhan kategori yang dimiliki oleh OTT milik Grup Emtek. (Kontan)

Disclaimer On 
Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Halaman menarik lainnya: