PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menargetkan kontribusi pendapatan dari dua anak usahanya, Citilink Indonesia dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) lebih besar pada 2023.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menerangkan kinerja dua anak usahanya tersebut dapat bertumbuh lebih kencang dibandingkan dengan Garuda sebagai induk. Hal ini yang membuat perseroan meminta kontribusi pendapatan dua entitas tersebut lebih besar pada tahun depan.
Lebih jauh, Irfan menerangkan secara EBITDA, kedua anak usahanya ini telah mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III/2022, tetapi karena sejumlah beban dari tahun sebelumnya, masih mencatatkan rugi bersih.
Citilink masih mencatatkan rugi per September 2022 sebesar US$3,6 juta, posisi rugi ini telah membaik dan mengalami pertumbuhan 132 persen dari posisi rugi bersih yang lebih dalam pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, GMFI mencatatkan rugi bersih sebesar US$17,79 juta per 30 September 2022. Posisi tersebut menguat 54 persen dibandingkan dengan realisasi edisi yang sama tahun sebelumnya.
Sumber: Bisnis