PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) menyusut menjadi 5,4 persen pada 2025 mendatang dari 7,6 persen pada tahun 2022.
Wakil Presiden Direktur Bank KB Bukopin Robby Mondong menyampaikan strategi yang akan diambil oleh perseroanya dalam memperbaiki kualitas kredit. Perbaikan tersebut akan dilakukan lewat penjualan seluruh atau sebagian barang perusahaan milik debitur atau bulk sales melalu likuiditas tertentu atau melalui obligasi syariah (sukuk).
Selanjutnya, BBKP juga merencanakan membangun sistem manajemen hari tunggakan day past due (DPD) yang sistematis sebagai strategi lanjutan yang dipilih untuk memperbaiki kualitas kredit.
Berkenaan dengan hal tersebut, BBKP juga sempat menggaet Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menangani kredit bermasalah BBKP senilai Rp1,3 triliun pada September 2022 lalu melalui skema pertukaran aset atau asset swap.
Sumber: Bisnis