Green Power (LABA): Raih Kontrak Suplai Baterai Jumbo dan Keinginan Pengendali Tambah Saham

2025-02-17 08:09:02 - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter

JAKARTA, investortrust.id – PT Green Power Group Tbk (LABA) meraih kontrak suplai baterai kendaraan listrik senilai Rp 171,60 miliar dari PT Safast Electric Indonesia. Hal ini sesuai dengan penandatanganan kerja sama perseroan dengan Safast.

 

Dirut LABA William Ong dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (17/2/2025), menyebutkan dalam perjanjian tersebut disebutkan bawha LABA akan menyuplai sebanyak 3.000 unit baterai berkapasitasi 23,96 Kwh dan 1.000 unit baterai berkapasitas 38,7 Kwh kepada PT Safast Electric Vehicles Indonesia. 

 

Selain itu, manajemen perseroan menyebutkan bahwa pemegang saham pengendali LABA, PT Nev Stored Energy telah memperoleh dukungan pendanaan berbunga rendah dari pemodal internasional S2C Capital Group senilai US$ 4 juta yang akan digunakan untuk operasional bisnis perseroan. Pinjaman tersebut dijamin dengan saham sebanyak 4,98% saham LABA.

 

“Nev Stored selaku pemegang saham pengendali menegaskan tidak memiliki rencana untuk melepas kepemilikan saham. Justru, Nev Stored akan menambah kepemilikan saham pada waktu yang dianggap tepat,” tulisnya. 

 

Sebelumnya, Green Power telah menggandeng PT ZTE Indonesia akan mengeksplorasi kerja sama energi baru terbarukan, fotovoltaik. Kerja sama ini nantinya untuk pengembangan bersama fasilitas pembangkit Listrik tenaga surya photovoltaic (PV).  LABA dan ZTE Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU)  pada Januari 2025. Kerja sama ini juga memungkinkan perseroan dengan ZTE Indonesia untuk menggarap proyek fotovoltaik di kawasan Asia Pasifik.

 

Kerja sama ini dilakukan setelah Green Power Group (LABA) menekan MoU jual-beli listrik dengan Presidente da Regiao Administrativa Especial de Oecusse Ambeno (RAEOA) Timor Leste. Nantinya LABA akan membangun fasilitasi pembangkit Listrik tenaga surya (PV) berkapasitas 5 mega watt (MW) dan battery energy storage system (BESS) di Oecusse Timor Leste.

 

RAEOA adalah institusi pemerintahan Timor Leste yang berkantor pusat di Pante Macassar, Oecusse Timor Leste. “Kolaborasi tersebut mencakup kepemilikan, perancanganan, Pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan fasilitas pembangkit Listrik PV. Perseroan akan berinvestasi secara bertahap,” ujar Direktur Green Power (LABA) An Shaohong dalam keterangan resminya.

 

 

 

Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Berita Menarik Lainnya: