Surya Semesta (SSIA) Divestasi Saham Anak Usaha Rp 3,09 Triliun

2024-05-16 08:13:21 - Bagikan ke Facebook Whatsapp Twitter

JAKARTA, investortrust.id –  PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) akan melepas sebanyak 36,5% saham anak usahanya PT Suryacipta Swadaya (SCS) kepada PT Anarawata Puspa Utama (APU) senilai Rp 3,09 triliun.

 

Perseroan selaku pemegang 99,9% saham SCS telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham dan pengambialihan saham baru dengan APU pada 13 Mei 2024.  

 

 

SCS merupakan pengembang kawasan industry yang mengembangkan Suryacipta City of Industry di Kabupatan Karawang. SCS juga mengembangkan Kawasan Industri Subang Smartpolitan dengan target komersial tahun ini. Sedangkan APU merupakan perusahaan holding.

 

Rincian Transaksi Saham SCS

 

Manajemen SSIA dalam penjelesan resminya di Jakarta, Rabu (15/5/2024) menyebutkan, APU masuk melalui skema akuisisi 55,80 juta saham SCS senilai Rp 169,81 miliar dari Surya Semesta (SSIA). APU kemudian membeli saham baru (rights issue) sebanyak 1,01 miliar lembar saham yang diterbitkan SCS dengan harga pelaksaan Rp 2,92 triliun.

 

“APU akan menjadi pemegang 36,5% saham SCS melalui transaksi ini. Meski demikian SSIA tetap menjadi pengendali dengan kepemilikan 63,5%, sehingga status SCS sebagai anak usaha tidak berubah,” tulis prospectus perseroan. 


 

Manajemen SSIA menyebutkan bahwa divestasi sebanyak 36,5% saham SCS bertujuan untuk memperkuat modal dan keuangan SCS guna pengembangan lebih lanjut kawasan industry ke depan.

 

SSIA menyebutkan kawasan industri merupakan bidang usaha yang memerlukan permodalan besar, termasuk keperluan pembelian atau akuisisi tanah maupun pengembangan infrastuktur, seperti persiapan kavling tanah, jalan, utilitas dan/atau daerah hijau, yang akan dijual kepada para calon pembeli. 

 

“Mengingat hal tersebut, SCS membutuhkan struktur permodalan yang sehat dan kuat untuk dapat mengembangkan kawasan industri yang dapat memenuhi kebutuhan dan kriteria para calon pembeli dan tetap kompetitif untuk bersaing dengan Kawasan industri lainnya,” tulisnya. 


 

Dengan masuknya APU sebagai investor strategis di SCS, manajemen SSIA menyebutkan, struktur permodalan SCS akan kuat dan utang SCS secara tidak langsung dapat diturunkan, sehingga mengurangi biaya bunga. AKhirnya SCS menjadi lebih kompetitif. 

 

Adanya tambahan setoran modal dari APU ke SCS, manajemen SSIA menyebutkan, pengembangan Kawasan Industri Subang Smartpolitan bisa berjalan lebih cepat, sehingga akan lebih menarik bagi para calon pembeli.

 

Grafik Saham SSIA

 

Bagikan:

DISCLAIMER ON!

Pandangan diatas merupakan pandangan dari PanenSAHAM, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang diterima oleh investor dalam bertransaksi. Semua keputusan ada di tangan investor

Berita Menarik Lainnya: