PT Elnusa
Tbk (ELSA), perusahaan
jasa energi yang terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero), menegaskan
komitmennya untuk bertransformasi menjadi low-cost operator
hulu minyak dan gas bumi kelas dunia dalam menghadapi dinamika industri migas
yang semakin menantang pada 2026.
Direktur
Utama Elnusa Litta Ariesca menyampaikan, strategi ini difokuskan pada
pengembangan lapangan marginal melalui pendekatan efisiensi berbasis
teknologi dan inovasi. Untuk ke depannya, ELSA akan fokus sebagai low-cost operator
untuk menggarap lapangan marginal.
Langkah
strategis ini sekaligus menjadi respons atas volatilitas harga minyak dunia,
dinamika geopolitik global, serta dukungan terhadap target pemerintah
dalam mencapai produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD)
dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).
Dalam
mendukung implementasi strategi tersebut, ELSA terus memperkuat kapabilitas
layanan hulu migas yang mencakup ekosistem terintegrasi mulai dari geoscience,
survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting.
ELSA juga
aktif menjalin sinergi dengan entitas Pertamina Group, termasuk Pertamina Hulu
Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure
(TI&I).
Salah satu
inovasi yang dikembangkan ELSA adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil
Recovery (EOR) serta penggunaan alat Inline Inspection (ILI) guna memastikan
keandalan jaringan pipa migas nasional sepanjang lebih dari 21.000 km.
“Melalui
teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa,
sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum
terjadi potensi kebocoran,” jelas Litta.
Selain
memperkuat bisnis inti, ELSA juga terus mendorong diversifikasi usaha, termasuk
pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas serta ekspansi pasar
internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG), termasuk ke
Aljazair.(Kontan.co.id)