Dua Putra
Utama Makmur (DPUM) mengakhiri 2025 tekor Rp27 miliar. Berkurang 27 persen dari
episode sama tahun sebelumnya boncos Rp37,05 miliar. Oleh sebab itu, rugi per
saham dasar menjadi Rp6,47 dari sebelumnya Rp8,87.
Pendapatan
Rp1,26 triliun, surplus 15,59 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,09
triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,2 triliun, mengalami pembengkakan dari
sebelumnya Rp1,05 triliun. Laba kotor terkumpul Rp49,06 miliar, naik tipis dari
sebelumnya Rp44,89 miliar.
Beban usaha
Rp22,79 miliar, bengkak dari Rp14,82 miliar. Beban lain-lain Rp6,08 miliar,
menciut dari Rp18,24 miliar. Laba usaha Rp20,18 miliar, melonjak dari Rp11,83
miliar. Penghasilan keuangan Rp3,8 juta, susut dari Rp10,86 juta. Beban
keuangan Rp5,33 miliar, bengkak dari Rp3,92 miliar.
Total
ekuitas Rp367,52 miliar, turun dari akhir 2024 senilai Rp394,15 miliar. Defisit
Rp762,79 miliar, bengkak dari Rp735,79 miliar. Jumlah liabilitas tercatat
Rp800,28 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp794,16 miliar. Jumlah
aset Rp1,17 triliun, merosot dari sebelumnya Rp1,18 triliun. (Emiten news.com)