Kinerja operasional segmen nikel PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menurun di sepanjang 2022, baik untuk segmen feronikel maupun bijih nikel.
Tahun 2022 ANTM membukukan volume produksi feronikel unaudited sebesar 24.334 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan tingkat penjualan unaudited mencapai 24.210 TNi. Secara year-on-year (yoy), produksi bijih nikel ANTM terkoreksi 21,70% dan penjualan bijih nikel turun 9,03%.
Syarif Faisal Alkadrie, Corporate Secretary ANTM mengatakan, ANTM terus mengembangkan proyek hilirisasi nikel, salah satunya CNGR dan ANTM telah menandatangani framework agreement pembangunan dan pengembangan kawasan industri hilirisasi bijih nikel. ANTM melalui anak perusahaannya, PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT) akan membangun dan mengelola kawasan industri di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Fasilitas pengolahan ini berkapasitas produksi terpasang sebesar 80.000 ton nikel dalam produk nickel matte yang terbagi dalam dua fase pembangunan. PT PNEM selanjutnya akan menjadi tenant pada kawasan industri yang dikelola oleh PT KIAT.
Sumber: Kontan